Welcome

widget

5 Oktober 2010

Pemkab Bojonegoro Buka 220 Formasi CPNS

Bojonegoro - Direncanakan tahun ini Pemkab Bojonegoro akan membuka rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).Tidak tanggung-tanggung sebanyak 220 formasi jalur umum akan dibuka sekitar bulan Nopember 2010 mendatang.
Dari 220 formasi jalur umum tersebut dapat dirinci masing-masing, 99 formasi untuk tenaga guru, 66 tenaga kesehatan dan sisanya sebanyak 55 formasi untuk tenaga teknis.
Sejauh ini, usulan pengisian 220 formasi di jajaran Pemkab Bojonegoro tersebut sudah diajukan kepada Badan Kepegawaian Nasional (BKN) bulan lalu. Diperkirakan, surat persetujuan dari BKN sudah turun Oktober ini, sehingga dijadwalkan November nanti penerimaan CPNS sudah bisa dilakukan secara serentak.

29 September 2010

Dua Guru SMP N 2 Bojonegoro Ikuti Diklat Internasional di Malaysia

Bojonegoro- Rasmadi dari mapel fisika dan Lukiswati dari mapel biologi. ''Ini menjadi kesempatan yang berharga karena sebagai cara meningkatkan kompetensi pembelajaran bagi guru di sekolah bertaraf RSBI,'' kata Rasmadi yang tercatat sebagai mahasiswa S2 di Unesa Surabaya.

Awalnya dia mengikuti bimbingan teknis (bimtek) 2008 hingga tahun ini. Di akhir bimtek, dilakukan tes tulis. Setelah dinyatakan lulus tes tulis, Rasmadi harus menjalani tes wawancara. Dalam tes tersebut, dia menyisihkan sekitar 500 peserta dari sekitar 100 lembaga RSBI/SBI di Indonesia.

Pria kelahiran Tuban, 15 Februari 1971 itu kini sibuk memersiapkan diri untuk mengikuti diklat November nanti. Salah satu persiapannya, mengikuti kursus mandiri di Pusat Bahasa Unesa seminggu dua kali. Selain itu, Rasmadi juga mengambil program TOEFL karena nilainya harus 500 poin.

20 September 2010

Tiga Perahu Kuno Ditemukan di Bengawan Solo

Bojonegoro - Tiga perahu yang diduga kuno di Bengawan Solo di Bojonegoro ditemukan terpendam di dasar sungai itu, tepatnya di Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, dan Kecamatan Malo.


"Kami masih belum bisa mengangkat tiga perahu yang kami perkirakan kuno di dasar Bengawan Solo itu karena terbentur dana," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro, Djindan Muhdin, Minggu.


Satu perahu yang terpendam tersebut ditemukan Dewan Purbakala Bojonegoro pada musim kemarau ini. Sedangkan dua perahu ditemukan penambang pasir di wilayah Kecamatan Malo. Diperkirakan tiga perahu tersebut, berusia ratusan tahun, kalau dilihat dari perkiraan panjang perahu.


Dari identifikasi awal yang bisa dilakukan, diperkirakan panjang perahu mencapai 30 meter dengan lebar empat meter. Menurut dia, perahu tersebut, lebih panjang dibandingkan dengan temuan perahu kuno pada tahun 2006 lalu di Desa Padang, Kecamatan Malo, yang diketahui asal Thailand buatan tahun 1312.

UMM dan UM Nilai Djarum Beasiswa Paling Baik

Malang- Dari puluhan jenis beasiswa yang ada di perguruan tinggi, Djarum Beasiswa Plus termasuk yang paling terbaik dan banyak diminati. Selain karena nominal beasiswanya yang tinggi, penerima beasiswa atau disebut Beswan Djarum juga mendapatkan pembinaan dan berbagai pelatihan.

Hal tersebut disampaikan Kabag Kesejahteraan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dra Anisah. Menurutnya, Djarum Beasiswa Plus itu, telah memberikan dana senilai Rp 600 Ribu per bulan kepada Beswan.

"Tak hanya diberi beasiswa, Beswan juga mendapatkan materi pelatihan, outbond dan kegiatan lainnya. Sehingga anak-anak senang mendapatkan kesempatan beasiswa dari Djarum tersebut,"katanya.

Di UMM beber Anisah, proses seleksi penerima beasiswa Djarum dimulai dari tingkatan fakultas. Karena kuota hanya ada untuk enam mahasiswa saja. Dari tiap fakultas sudah diseleksi yang terbaik.

Ada 15 anak yang dianggap terbaik yang saat ini siap mengikuti seleksi penerima beasiswa Djarum itu. Seleksi tersebut katanya akan dilaksanakan di UMM Inn pada 27-28 September mendatang.

16 September 2010

Terendam Air Hujan, Ribuan Hektare Tembakau Mati

Bojonegoro- Hujan yang masih turun dalam beberapa hari terakhir ini membuat para petani tembakau di beberapa kecamatan di Bojonegoro putus harapan. Sebab, tanaman tembakau yang sudah siap panen daunnya tiba-tiba mati, karena hujan yang turun secara terus menerus. Bahkan, genangan air masih tampak di sela-sela gundukan tanah yang dipakai menanam tembakau.

Belum diketahui jumlah pastinya, tetapi pantauan beritajatim.com di lapangan, Kamis (16/9/2010) menyebutkan, ada ratusan hektare lebih atau bahkan ribuan hektare lebih tanaman yang layu dan siap-siap mati.

Diantara tanaman tembakau yang banyak mati di Desa Betet, Bumirejo, Sumbergede, Karangan, Tlogoagung dan Desa Selorejo, Kecamatan Kepohbaru.
Selain itu banyak juga tanaman tembakau di Kecamatan Baureno yang juga mati karena diterjang air hujan yang cukup sering intensitasnya.

Beberapa petani tembakau di Kecamatan Baureno menyebutkan, jika sebenarnya kondisi tanaman sudah sangat bagus dan siap dipanen."Sebab, kondisi daun sudah kuning dan sangat bagus jika diambil," kata Safi'i, asal Desa Betet, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro.