Welcome

widget

15 Juni 2009

70 Guru Ikuti Lomba PNFI

Sebanyak 70 pengelola Kelompok Belajar Masyarakat (KBM) dan tutor (guru) pendidikan non formal dan informal (PNFI) dari 27 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro mengikuti lomba dalam Jambore PTK PNFI. Kegiatan tahunan yang dipusatkan di halaman Gedung Bidang PNFI, itu di buka oleh Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Zainudin.

Dalam Jambore kali, ada beberapa bidang yang dilombakan yakni karya tulis, tutor peket B, penilik, karya nyata, Managemen PKBM dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Bahasa Ingris, serta desain busana.

”Masing-masing lomba diikuti oleh 10 orang,” kata Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan Bojonegoro, Chumaidi di sela-sela lomba, Kamis (11/09/2009).


Dia menjelaskan, dalam Jambore tahun ini sebagai ajang diseleksi mencari tutor, pengelola KBM, dan penilik terbaik se Kabupaten Bojonegoro untuk di kirim ke tingkat propinsi.

”Jadi, masing-masing bidang perlombaan akan kita ambil satu juara untuk kemudian kita kirim ke BPPNFI, Jatim, Juli mendatang,” urainya.

Menurut Chumaidi, disamping sebagai ajang seleksi, Jambore PNFI ini juga untuk memotifasi para penilik, pengelola KBM, dan tutor, dalam memajukan dan mengembangkan pendidikan non formal dan informal di masyarakat.

”Diharapkan dengan kegiatan ini akan semakin meningkatkan kualitas mereka untuk memajukan PNFI di Bojonegoro,” pungkas Chumaidi. (Kominfo)

Hari ini Kelulusan Unas SMA Diumumkan

Pelaksanaan pengumuman Ujian Nasional tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasa Aliyah (MA) baik negeri dan swasta di Kabupaten Bojonegoro dipastikan diumumkan hari ini, Senin (15/6).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Humas di Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro melalui Kasi Pembelajaran SMP dan SMA Suwanto bahwa tingkat kelulusan siswa SMA dan SMK di Kabupaten Bojonegoro mencapai 97.88 persen dengan tingkat ketidak lulusan 2.12 persen naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.40 persen. Disampaikan Suwanto, kelulusan tingkat pelajar SMA yakni peserta 2996, lulus 2964, tidak lulus 32 persen. Untuk tingkat pelajar SMK dari 4845 peserta, lulus 4711, tidak lulus 134 peserta. Hanya saja untuk pengumuman, menurut Suwanto, diserahkan kepada sekolah masing-masing. Akan tetapi diharapkan para siswa yang lulus untuk tidak melakukan konvoi maupun hal-hal lain dalam merayakan kelulusan.


Sementara itu untuk tingkat Sekolah Menengah Aliyah (MA) di jajaran Departemen Agama kelulusan untuk tahun ini 86.15 persen dengan prosentasi ketidak lulusan 13.85 persen.

Kepala Departemen Agama Kabupaten Bojonegoro, M. Farchan saat dikonfirmasi Humas melalui Kasi Mapenda Fatkhul Amin menyatakan kelulusan tingkat MA 86.15 persen. Jumlah ini menururn dibandingkan tahun lalu. Dikatakan KaKandepag M. Farchan, angka ketidak lulusan peserta Unas tingkat Madrasah Aliyah ini mencapai 13.85 persen atau sejumlah 373 peserta. Lebih lanjut dikatakan, untuk Sub Rayon Madrasah Aliyah Negeri 1 Bojonegoro peserta 1.613 orang tidak lulus 130 peserta dan lulus 1.483 peserta. Sub Rayon MAN 2, lanjut Kakandepag, dari peserta 727 lulis 604 orang tidak lulus 123 peserta. Sedangkan untuk Sub Rayon MAN Ngraho keseluruhan peserta 352 orang lulus 232 dan tidak lulus 120 orang peserta. Ditambahkan untuk tahun ini pelaksanaan Unas di tiga sub rayon sedangkan untuk MAN Padangan masih bergabung dengan Sub Rayon MAN Ngraho. Diakui bahwa ketidak lulusan sebanyak 373 orang peserta ini akan mendapatkan perhatian serius dari jajaran Departemen Agama Kabupaten Bojonegoro. Diharapkan pula tahun depan tingkat kelulusan semakin baik. Akan tetapi secara umum pelaksanaan Unas dapat terselenggara dengan aman dan tertib. (Humas)

10 Juni 2009

Gencar Lakukan School Program 2009 Jatim PHBS

Pemkab Bojonegoro melalui dinas terkait terus melakukan upaya peningkatan program untuk kepentingan masyarakat. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik), Pemkab setempat gencar melaksanakan School Program 2009 Jawa Timur Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).



Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dinkes-disdik dengan SPeKTRA Surabaya dan Yayasan Uni Peduli (PT Unilever Indonesia Tbk). Dan kegiatan tersebut kini tengah dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bojonegoro
Menurut Alexander Mubarok, Tim Motivator Kabupaten School Program Jawa Timur 2009, sejumlah sekolah dan posyandu, yang merupakan sasaran dari program ini sudah mempraktikkan PHBS. Program ini lanjut Alex, dimulai pada 30 Maret dan akan berakhir 31 Juli mendatang dengan kelompok sasaran 100 sekolah dan 100 posyandu di 7 kecamatan.
Dijelaskan, school program bertujuan untuk memberi penyadaran PHBS bagi siswa SD dan masyarakat melalui posyandu dalam bentuk kegiatan KIE (kampanye, informasi dan edukasi). "Untuk anak sekolah, PHBS dipraktikkan antara lain dengan cara sikat gigi dengan benar dan cuci tangan hingga bersih," kata Alex.
Sedangkan untuk para kader posyandu, tambah Alex, antara lain dipraktikkan dengan memasang media kampanye dan modul posyandu. (Pemkab)

Disparbud Akan Datangkan Ahli Arkeologi

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bojonegoro akan secepatnya membawa batu bata yang konon peninggalan Zaman Kerajaan Majapahit itu ke Badan Arkeologi, di Kabupaten Mojokerto, Jatim. Cara tersebut untuk mengetahui kebenaran asal-asal usul batu bata itu. ”Kita masih koordinasi dengan pihak Badan Arkeologi di Mojokerto, apakah nanti batu bata ini dibawa kesana atau mereka kita minta untuk kesini,” ujar Kepala Disparbud Bojonegoro Mardikun, Senin (08/09/2009).

Menurut Mardikun, jika hasil penelitian arkeologi itu menyatakan bahwa batu bata berukuran panjang 30 cm, lebar 14 cm dan tebal 5 cm ini merupakan peninggalan Zaman Majapahit, maka Disparbud akan menaruh batu bata tersebut di Museum Bojonegoro, di Jl. Patimura. ”Karena itu harus diteliti lebih dulu. Dan, penelitian itu harus dilakukan seorang ahli arkeologi. Sehingga bisa tahu kebenarannya, apakah benda ini memiliki unsur sejarah apa tidak,” terang mantan Kepala Dinas Pendidikan ini.



Dia juga menjelaskan, bila batu bata itu memiliki unsur sejarah, maka Disparbud juga akan menggali lokasi tempat ditemukannya batu bata tersebut. ”Jika benar batu bata itu ada unsur sejarahnya, kita juga akan meminta petunjuk ahli arkeologi untuk menggali tempat itu. Sebab, ada teknik tersendiri dalam menggali atau menemukan barang-barang bersejarah ini,” ungkap Mardikun.

Mardikun menduga, dengan latar belakang Khayangan Api yang merupakan salah satu tempat pembuatan senjata pada Zaman kerjaan Majapahit, tidak menutup kemungkinan di tempat tersebut banyak tersimpan benda-benda bersejarah. ”Jika bisa ditemukan kan lebih bagus. Sehingga benda itu bisa untuk bukti dan kita simpan di museum. Sekaligus dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi generasi muda tentang sejarah di sini,” pungkasnya.(Kominfo)

SMAN 3 Bojonegoro Melaju Ke Final LKTW Tingkat Nasional

Dunia pendidikan di Kabupaten Bojonegoro, terus menggeliat. Prestasi demi prestasi telah ditunjukkan oleh sejumlah sekolah hingga ke tingkat nasional. Kali ini prestasi gemilang diraih SMAN 3 Bojonegoro. 3 siswa di sekolah tersebut yang tergabung dalam satu tim berhasil lolos untuk mengikuti babak final dalam Lomba Karya Tulis Wiraswasta (LKTW) tingkat SLTA se Indonesia.

Perwakilan tim dari SMAN 3 ini akan mengikuti babak final yang akan dilaksanakan di kampus Magistra Utama kota Malang ini pada 26 Mei besuk (hari ini). Setelah tim SMA 3 dalam seleksi naskah karya tulis berhasil menyisihkan sebanyak 217 naskah dari sekolah tingkat SLTA se Indonesia. ''Dari informasi dari panitia, naskah karya tulis yang masuk sebanyak 223," kata Susanto selaku pembina siswa dalam karya tulis ini.




Sementara ketiga siswa yang berhak mengikuti babak final dalam LKTW ini anatara lain, Dian Novita Fitriani, Mirza Alvira dan Stefany Riska Rezita. Ketiga siswa ini masih duduk di kelas sebelas pada jurusan IPA.

Naskah LKTW tim dari SMAN 3 ini berhasil menyisihkan pesaingnya yang lain, dengan judul Pemanfaatan Labu kuning atau Waluh (Cucurbita Moschata) Sebagai Sereal Untuk Balita.

Selain naskah LKTW, dalam kesempatan tersebut ketiga siswa juga memberikan penjelasan terkait metode dan proses pemasaran. Sebab, yang disajikan dalam naskah LKTW bukan hanya sebuah karya tulis, akan tetapi juga metode pemasaran dan penjualan dari temuan produk.

"Sementara naskah LKTW yang diambil oleh tim kami, setelah menemukan dan dijadikan home industri di Kelurahan Jetak Kecamatan Kota.

Sementara itu, Stefany salah satu dari tim mengatakan jika dirinya merasa optimis akan mendapatkan juara dalam LKTW yang akan berlangsung di Kampus Magistra Utama di Malang nanti. Sementara itu rencananya besok, ketiga siswa dengan pembinanya Susanto akan bertolak ke Kota Malang. Sebab, menurut aturan dari panitia, sehari sebelum pelaksanaan semua enam tim yang lolos harus sudah berada di lokasi babak final, jelasnya.(Kominfo)